Segala harap dan sesal yang memenuhi
dadaku
Tak akan membuatmu sadar akan rasaku padamu
Sekalipun seperti itu hanya satu pintaku
Izinkan aku sulutkan benang cinta ini pada hatimu
Bukan untuk menyatukan hati kita
Namun untuk
merajut hatimu yang tengah terluka karenanya
Dalam bait-bait puisi ini
Aku selalu sisipkan bayang senyummu di dalamnya
Dalam setiap ejaan kata ini
Aku selalu sisipkan bayang senyummu di dalamnya
Dalam setiap ejaan kata ini
Aku
senantiasa selipkan manja parasmu di dalamnya
Dan sepenuhnya kusadari ini tak akan merubah apapun diantara kita
Bahkan mungkin tak sejenakpun namaku kau sebut dalam helai nafasmu
Aku terus berusaha setia pada rasa
ini
Sebuah rasa
yang membawaku merangkak dalam rajutan cinta
Dari satu kesunyian ke kesunyian berikutnya
Dari
satu kerinduan ke kekerinduan berikutnya
Sekilas harapan hatiku untuk takdirmu
Ini adalah cinta maka janganlah kau tutup mata
Ini adalah rindu maka jangan kau menjauh
Meskipun hatiku bukan pelabuhan yang kau harapkan
Namun biarkanlah sejenak aku memandang, mendekap dan merajut cinta yang tak sampai ini
Sedapat mungkin aku sulutkan benang
merah
Mengulang kebersamaan kita yang abadi dalam sejarah
Sebuah
persahabatan yang berakar dari cinta suci
Meskipun cinta itu tak sampai . . tak kan sampai dan
tak akan pernah sampai
No comments:
Post a Comment